Post Icon

Antropologi Dasar

Manusia Sebagai Makhluk Individu dan Makhluk Sosial.

  1. Manusia Sebagai Makhluk Individu
Individu berasal dari kata in dan devided. Dalam Bahasa Inggris in salah satunya mengandung pengertian tidak, sedangkan devided artinya terbagi. Jadi individu artinya tidak terbagi, atau satu kesatuan. Dalam bahasa latin individu berasal dari kata individium yang berarti yang tak terbagi, jadi merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan tak terbatas.
Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa. Seseorang dikatakan sebagai manusia individu manakala unsur-unsur tersebut menyatu dalam dirinya. Jika unsur tersebut sudah tidak menyatu lagi maka seseorang tidak disebut sebagai individu. Dalam diri individi ada unsur jasmani dan rohaninya, atau ada unsur fisik dan psikisnya, atau ada unsur raga dan jiwanya.
Setiap manusia memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri, tidak ada manusia yang persis sama. Dari sekian banyak manusia, ternyata masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Seorang individu adalah perpaduan antara faktor fenotip dan genotip. Faktor genotip adalah faktor yang dibawa individu sejak lahir, ia merupakan faktor keturunan, dibawa individu sejak lahir. Kalau seseorang individu memiliki ciri fisik atau karakter sifat yang dibawa sejak lahir, ia juga memiliki ciri fisik dan karakter atau sifat yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan (faktor fenotip). Faktor lingkungan (fenotip) ikut berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seseorang. Istilah lingkungan merujuk pada lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Ligkungan fisik seperti kondisi alam sekitarnya. Lingkungan sosial, merujuk pada lingkungan di mana eorang individu melakukan interaksi sosial. Kita melakukan interaksi sosial dengan anggota keluarga, dengan teman, dan kelompok sosial yang lebih besar.
Karakteristik yang khas dari seeorang dapat kita sebut dengan kepribadian. Setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda-beda yang dipengaruhi oleh faktor bawaan genotip)dan faktor lingkungan (fenotip) yang saling berinteraksi terus-menerus.
Menurut Nursid Sumaatmadja (2000), kepribadian adalah keseluruhan perilaku individu yang merupakan hasil interaksi antara potensi-potensi bio-psiko-fiskal (fisik dan psikis) yang terbawa sejak lahir dengan rangkaian situasi lingkungan, yang terungkap pada tindakan dan perbuatan serta reaksi mental psikologisnya, jika mendapat rangsangan dari lingkungan. Dia menyimpulkan bahwa faktor lingkungan (fenotip) ikut berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seeorang.
  1. Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, selain itu juga diberikan yang berupa akal pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Dorongan masyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu menampakan dirinya dalam berbagai bentuk, karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya. Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, juga karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia.
Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya.
Dapat disimpulkan, bahwa manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, karrena beberapa alasan, yaitu:
a. Manusia tunduk pada aturan, norma sosial.
b. Perilaku manusia mengaharapkan suatu penilain dari orang lain.
c. Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain
d. Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia.
B. Interaksi Sosial dan Sosialisasi
1. Interaksi Sosial
Kata interaksi berasal dari kata inter dan action. Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik saling mempengaruhi antara individu, kelompok sosial, dan masyarakat.
Interaksi adalah proses di mana orang-oarang berkomunikasi saling pengaruh mempengaruhi dala pikiran danb tindakana. Seperti kita ketahui, bahwa manusia dalam kehidupan sehari-hari tidaklah lepas dari hubungan satu dengan yang lain.
Interaksi sosial antar individu terjadi manakala dua orang bertemu, interaksi dimulai: pada saat itu mereka saling menegeur, berjabat tangan, saling berbicara, atau bahkan mungkin berkelahi. Aktivitas-aktivitas semacam itu merupakan bentuk-bentuk dari interaksi sosial.
Interaksi sosial terjadi dengan didasari oleh faktor-faktor sebagai berikut
  1. Imitasi adalah suatu proses peniruan atau meniru.
  2. Sugesti adalah suatu poroses di mana seorang individu menerima suatu cara penglihatan atau peduman-pedoman tingkah laku orang lain tanpa dkritik terlebih dahulu. Yang dimaksud sugesti di sini adalah pengaruh pysic, baik yang datang dari dirinya sendiri maupuhn dari orang lain, yang pada umumnya diterima tanpa adanya kritik. Arti sugesti dan imitasi dalam hubungannya, dengan interaksi sosial adalaha hampir sama. Bedanya ialah bahwa imitasi orang yang satu mengikuti salah satu dirinya, sedangkan pada sugesti seeorang memberikan pandangan atau sikap dari dirinya, lalu diterima oleh orang lain di luarnya.
  3. Identifikasi dalam psikologi berarti dorongan untuk menjadi identi (sama) dengan orang lain, baik secara lahiriah maupun batiniah.
  4. Simpati adalah perasaan tertariknya orang yang satu terhadap orang yang lain. Simpati timbul tidak atas dasar logis rasional, melainkan berdasarkan penilain perasaan seperti juga pada proses identifikasi
Manusia sebagai makhluk budaya

Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari hari dan juga dari kejadian – kejadian yang sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa.


A.     Hakekat manusia dan budaya

a.    Pengertian Manusia

Manusia diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk hidup yang paling sempurna, melebihi ciptaan Tuhan yang lain. Manusia diturunkan ke bumi oleh Tuhan agar dapat menjadi khalifah dan pemimpin. Menghuni bumi yang kita tinggali sekarang ini untuk melanjutkan hidup sebelum kembali kepada-Nya. Salah satu hakekat manusia lainnya ialah manusia sebagai makhluk sosial, hidup berdampingan satu sama lain, berinteraksi dan saling berbagi.

b.    Pengertian Budaya

Kata budaya merupakan bentuk majemuk kata budi-daya yang berarti cipta, karsa, dan rasa. Sebenarnya kata budaya hanya dipakai sebagai singkatan kata kebudayaan, yang berasal dari Bahasa Sangsekerta budhayah. Budaya atau kebudayaan dalam Bahasa Belanda di istilahkan dengan kata culturur. Dalam bahasa Inggris culture. Sedangkan dalam bahasa Latin dari kata colera. Colera berarti mengolah, mengerjakan, menyuburkan, dan mengembangkan tanah (bertani). Kemudian pengertian ini berkembang dalam arti culture, yaitu sebagai segala daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam.

Selain itu terdapat tiga wujud kebudayaan yaitu :
1. Wujud pikiran, gagasan, ide-ide, norma-norma, peraturan,dan sebagainya.   Wujud pertama dari kebudayaan ini bersifat abstrak, berada dalam pikiran masing-masing anggota masyarakat di tempat kebudayaan itu hidup;
2.  aktifitas kelakuan berpola manusia dalam masyarakat. Sistem sosial terdiri atas aktifitas-aktifitas manusia yang saling berinteraksi, berhubungan serta bergaul satu dengan yang lain setiap saat dan selalu mengikuti pola-pola tertentu berdasarkan adat kelakuan. Sistem sosial ini bersifat nyata atau konkret;
3.  Wujud fisik, merupakan seluruh total hasil fisik dari aktifitas perbuatan dan karya manusia dalam masyarakat.

B.   Perwujudan Kebudayaan

JJ. Hogman dalam bukunya “The World of Man” membagi budaya dalam tiga wujud yaitu: ideas, activities, dan artifacts. Sedangkan Koencaraningrat, dalam buku “Pengantar Antropologi” menggolongkan wujud budaya menjadi:
a. Sebagai suatu kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan dan sebagainya.
b. Sebagai suatu kompleks aktifitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat
c. Sebagai benda-benda hasil karya manusia

Berdasarkan penggolongan wujud budaya di atas kita dapat mengelompokkan budaya menjadi dua, yaitu: Budaya yang bersifat abstrak dan budaya yang bersifat konkret.

a.    Budaya yang Bersifat Abstrak
Budaya yang bersifat abstrak ini letaknya ada di dalam alam pikiran manusia, misalnya terwujud dalam ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan-peraturan, dan cita-cita. Jadi budaya yang bersifat abstrak adalah wujud ideal dari kebudayaan.
b.    Budaya yang Bersifat konkret
Wujud budaya yang bersifat konkret berpola dari tindakan atau peraturan dan aktivitas manusia di dalam masyarakat yang dapat diraba, dilihat, diamati, disimpan atau diphoto. Koencaraningrat menyebutkan sifat budaya dengan sistem sosial dan fisik, yang terdiri atas: perilaku, bahasa dan materi.
           
C.   Isi utama budaya

Substansi atau isi utama budaya adalah sistem pengetahuan, pandangan hidup, kepercayaan, persepsi, dan etos kebudayaan. Tiga unsur yang terpenting adalah sistem pengetahuan, nilai, dan pandangan hidup.

D.   Manusia sebagai makhluk budaya

Dari penjelasan di atas jelaslah bahwa manusia sebagai makhluk yang paling sempurna bila dibanding dengan makhluk lainnya, mempunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk mengelola bumi. Karena manusia diciptakan untuk menjadi khalifah, Oleh karena itu manusia harus menguasai segala sesuatu yang berhubungan dengan kekhalifahannya disamping tanggung jawab dan etika moral harus dimiliki. Masalah moral adalah yang terpenting.


Akhlak menjadi penyebab punahnya suatu bangsa, dikarenakan jika akhlak suatu bangsa sudah terabaikan, maka peradaban dan budaya bangsa tersebut akan hancur dengan sendirinya. Oleh karena itu untuk menjadi manusia yang berbudaya, harus memiliki ilmu pengetahuan, tekhnologi, budaya dan industrialisasi serta akhlak yang tinggi (tata nilai budaya) sebagai suatu kesinambungan yang saling bersinergi, sebagaimana dilukiskan dalam bagan berikut:

Hommes mengemukakan bahwa, informasi IPTEK yang bersumber dari sesuatu masyarakat lain tak dapat lepas dari landasan budaya masyarakat yang membentuk informasi tersebut. Karenanya di tiap informasi IPTEK selalu terkandung isyarat-isyarat budaya masyarakat asalnya. Selanjutnya dikemukakan juga bahwa, karena perbedaan-perbedaan tata nilai budaya dari masyarakat pengguna dan masyarakat asal teknologinya, isyarat-isyarat tersebut dapat diartikan lain oleh masyarakat penerimanya.

Disinilah peran manusia sebagai makhluk yang diberi kelebihan dalam segala hal, untuk dapat memanfaatkan segala fasilitas yang disediakan oleh Allah SWT melalui alam ini. Sehingga dengan alam tersebut manusia dapat membentuk suatu kebudayaan yang bermartabat dan bernilai tinggi. Namun perlu digarisbawahi bahwa setiap kebudayaan akan bernilai tatkala manusia sebagai masyarakat mampu melaksanakan norma-norma yang ada sesuai dengan tata aturan agama.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Klaim Wilayah Teritorial Indonesia - Malaysia

by: fadhly ikhsan
1.     Klaim OLeh Malaysia.
Indonesia kembali kecolongan oleh Malaysia perihal wilayah teritorial.Baru Ini Wakil Ketua Komisi I DPR,TB Hasanuddin, menemukan fakta bahwa Malaysia mencaplok sebagian wilayah Indonesia di perbatasan Kalimantan Barat. Mengenai hal tersebut ia pun berkoordinasi dengan Komisi I untuk memanggil Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa.
Pada Minggu,9 Oktober 2011 pada perbincangan dengan VIVAnews.com,TB Hasanuddin menjelaskan bahwa Indonesia kehilangan 1400 hektar tanah di Camar Bulan,dan 80 meter persegi dai pantai Ujung Datuk.Ia juga menjelaskan bahwa memang pencaplokan terhadap wilayah pantai  merupakan wilayah yang kecil tapi jika diliahat dari batas teritorial pantai 3 km ke lepas pantai,disana terdapat sumber minyak dan gas.Pengamatan lapangan sendiri,ketika Hassanuddin ke daerah tersebut 2 bulan yang lalu ada sekelompok warga yang diusir oleh tentara Malaysia,mereka mengatakan,”Ini kampong Malaysia”.
Dalam Problematika di atas sudah sering terjadi antara kedua negara serumpun ini,Indonesia – Malaysia.Pengakuan – pengakuan wilayah teritorial,budaya,sengketa batas wilayah  sudah sering terjadi semenjak kasus pulau Sipadan –Ligitan.Segala bentuk usaha penyelesaian secara diplomasi pun dilakukan untuk menangani hal tersebut,namun sayangnya Indonesia selalu dirugikan atas sengketa - sengketa tersebut.Tak jarang masyarakat pun geram terhadap pemerintahan Indonesia yang dianggap lamban mengenai hal ini.Di berbagai jejaring sosial dan situs – situs pemberitaan masyarakat tampaknya sudah muak dengan permasalahan – permasalahan seperti ini yang menimpa Indonesia,belum lagi masalah korupsi yang menggerogoti dari dalam,sekarang kedaulatan Indonesia terhadap wilayahnya diganggu oleh sang tetangga.Masyarakat sering mengajukan pernyataan perang,namun hal itu bertentangan dengan tindakan Bapak Presiden Yhudoyono,presiden RI sendiri,yang lebih mengutamakan penyelesaian dengan cara diplomasi.Hal ini tentunya menjadi masyarakat cukup kecewa dan presiden dianggap tidak tegas dalam masalah ini.
            Perilaku masyarakat yang seperti itu merupakan prilaku yang wajar ketika suatu konflik terjadi,terutama konflik yang terkait dengan masalah kedaulatan.Namun sayangnya masyarakat sendiri hanya basa menyerukan suara – suara mereka dan pemerintah cenderung terlihat menghiraukan karena sebagian suara – suara masyarakat ini berlawanan dengan teori pemikiran pemerintah.Hal ini dapat dikarenakan karena terbatasnya Informasi.Maksudnya, masyarakat mudah memperoleh informasi – informasi itu dalam media namun dalam porsi yang terbatas,sedangkan pemerintah memiliki informasi yang cukup,dan terkadang ada informasi – informasi yang bersifat rahasia yang tidak boleh di ketahui oleh masyarakat.Perbedaan mengenai jumlah Informasi yang diperoleh itu lah yang dapat menjadikan perbedaan pendapat antara kedua pihak,,alangkah baiknya jika masyarakat dan pemerintah bersatu dalam menangani hal ini,apalagi masalah yang mempertanyakan kedaulatan Indonesia ini.
2.     Faktor Yang Menyebabkan Terjadinya Sengketa Wilayah.
Ada beberapa Faktor yang menyebabkan seringnya pengakuan – pengakuan wilayah seperti masalah tersebut terjadi terhadap Indonesia.
1.     Pengawasan
Kurangnya pengawasan Indonesia terhadap wilayah sendiri merupakan salah satu faktor terjadinya sengketa wilayah territorial.Masih minimnya perlengkapan – perlengkapan pengawasan wilayah,apalagi Indonesia adalah negara yang luas.Mengawasi sebuah negara maritim yang memiliki ribuan pulau bukanlah yang mudah.Pemerintah perlu meningkatkan lagi tingkat pengawasan wilayah Indonesia.Tak hanya itu,masyarakat pun hendaknya juga berperan aktif dalam pengawasan tak hanya pemerintah saja.



2.     Masyarakat
Masyarakat perbatasan adalah masyarakat yang sering dilema,mau tak mau sistem mereka terpengaruh oleh negara lain yang berbatasan dengan mereka.Faktor ekonomi menjadi faktor dominan penyebab terjadinya dilema masyarakat.Malaysia mengangkat WNI yang tinggal di perbatasan menjadi tentara Malaysia.Bayangkan saja,hal seperti itu lah pemicu konflik masalah wilayah,karna masyarakat sendiri yang lebih berpihak pada negara lain.Masyarakat sepenuhnya tak bisa juga dipersalahkan mengenai hal tersebut,pemerintah harus memperhatikan mereka

3.     Kebijakan Pemerintahan Daerah Perbatasan
Pemerintah daerah yang kurang tanggap terhadap wilayahnya,terutama pada bagian perbatasan dapat memicu terjadinya sengketa wilayah teritorial.Lembaga Regional Intiatives for Governance, Human Rights and Social Justice (Rights) ASEAN mencatat saat ini terdapat sekitar 1.000 pulau di Kepulauan Riau yang belum memiliki nama. Kebanyakan pulau itu tak bertuan dan dinilai berpotensi menimbulkan konflik teritori antara Indonesia, Singapura dan Malaysia."Pulau-pulau itu berbatasan langsung dengan Johor (Malaysia), Singapura dan Kepulauan Riau, "ucap Regional Director Rights ASEAN, Ellena Florance Manambe kepada VIVAnews di Jakarta,Selasa malam, 12 Oktober 2010.
Menurut Ellena 1.000 pulau tersebut sepenuhnya berada di wilayah Indonesia.Adalah wewenang Pemda Kepulauan Riau untuk memberi nama pulau-pulau tersebut sesuai UU No. 32 tahun 2004 tentang Otonomi Daerah. Pemda Kepri hendaknya segera melakukannya supaya pulau-pulau tersebut segera memiliki identitas. Jika tidak, lanjut Ellena, ada tiga masalah yang bakal timbul soal ekonomi,hukum,dan konflik kemanusiaan.

"Potensi ekonomi terdapat tepung ikan dan kekayaan laut yang tinggi karena itu merupakan daerah kepulauan," kata dia. Tak kurang problematik, Ellena mengingatkan soal keberadaan anak-anak Indonesia yang kini tinggal di pulau-pulau tak bernama tersebut yang banyak bekerja di Malaysia. Dia mengingatkan potensi klaim Malaysia terhadap mereka.

"Identitas masyarakat di pulau itu condong ke Indonesia tapi kalau diklaim oleh Malaysia maka kita tidak bisa apa-apa karena mereka saat ini tidak memiliki identitas yang jelas," dia mengingatkan.
                              
Ellena juga menyatakan pemerintah ketiga negara harus segera duduk bersama untuk melakukan pemetaan masalah atas pulau-pulau tersebut. "Ini isu lama. Banyak konflik nelayan di perbatasan karena memang tidak ada batasan yang jelas antar tiga negara," katanya.
Dari Berita tersebut kita dapat melihat begitu penting peran pemerintah daerah dalam mencegah pertikaian mengenai batas wilayah ini terjadi.Pemerintah Daerah lah yang harus paling aktif dalam mencegah hal ini,karna Pemda yang lebih memiliki wewenang langsung terhadap wilayahnya.Kelalaian tingkat Pemda inilah yang terkadang menyebabkan ketidak jelasan suatu wilayah sehingga rawan pengklaiman oleh negara lain.

4.     Perjanjian Batas Wilayah yang kurang jelas.
Perjanjian batas wilayah yang kurang jelas antara negara – negara yang berbatasan juga menjadi penunjang utama dari tindakan saling pengklaiman wilyah territorial,terutama yang kaya akan sumber daya alam.
­­­­
5.     Faktor Luar.
Faktor luar ini maksudnya adalah adanya ikut campur pihak lain. Pengamat intelijen, Wawan Purwanto, menduga ada pihak tertentu yang sengaja terus memancing di air keruh untuk mencari keuntungan dari konflik yang terjadi antara Indonesia dan Malaysia.



"Dengan melihat yang di permukaan ini, di sana ada yang ketawa-ketawa ingin mencaplok sesuatu di balik itu semua. Dan itu hanya diketahui orang-orang tertentu yang mendalami masalah-masalah krusial," kata Wawan, di Jakarta, Rabu, 8 September2010.

Tapi, Wawan keberatan menjelaskan siapa pihak yang ia maksud. Yang pasti, katanya, hal ini berkaitan dengan kepentingan politik dan ekonomi.
"Dari informasi, yang terbuka memang seolah-seolah benturan atas kedua belah pihak. Padahal yang bermain itu ada. Kita lihat dalam 2-3 minggu ke depan, di situ mulai nampak progress,” kata Wawan. “?Presiden Yudhoyono pasti juga akan mengungkapkan siapa yang main di balik konflik ini.”
Oleh karena itu, Wawan mengajak masyarakat Indonesia tidak terpancing dengan konflik yang menurutnya sengaja dipelihara itu. "Jadi semuanya itu adalah by design. Ini yang kita pikirkan, supaya masyarakat paham dan lebih waspada untuk tidak terpancing. Kalau terpancing, kita masuk perangkap mereka," katanya.

Ia juga mengajak masyarakat bersabar menunggu hasil nota kesepakatan pemerintah RI dan Malaysia yang sekarang ini sedang dirundingkan.

            5 faktor diatas yang sering menunjang sengketa antara Indonesia – Malaysia .Pemerintah perlu memperhatikan kelima hal tersebut,agar tak ada lagi pengklaiman yang terjadi terhadap wilayah teritori Indonesia.Masyarakat pun harus berperan aktif dalam menangani masalah ini.Memang telah sering terjadi pengklaiman terhadap wilayah teritori Indonesia oleh Malaysia.Namun tidaklah sepenuhnya pengklaiman itu menjadi salah Malaysia sendiri di mata kita.Hal tersebut dapat terjadi juga karena kelalaian kita.Masyarakat pun sudah mulai bosan terhadap tindakan pemerintah yang terkesan lamban dalam menyelasaikan masalah teritoral ini,sehingga masyarakat pun cenderung menegakkan suara perang terhadap Malaysia,dan Pemerintah Indonesia sendiri kurang menyetujui.Sudah seharusnya mendahulukan penyelesaian masalah secara diplomasi,jika penyelesaian secara perang tentunya lebih menimbulkan benyak kerugian,apalagi Indonesia memiliki banyak TKI di negara Malaysia,dan kita sebagai anggota ASEAN merupakan negara yang mendahulukan diplomasi dan cinta damai.

            Cara mengatasi persengketaan seperti ini tentunya hanya dengan cara diplomasi,selama kedua negara beri’tikad baik untuk menyelesaikan masalah ini,kesepakatan pasti tercapai.Tapi biasanya dalam proses pencapaian keputusan yang dianggap kedua pihak cukup adil sangatlah sulit tercapai,apa lagi masalah seperti ini sudah sering terjadi bagi kedua negara.Namun alangkah baiknya jika masing – masing negara melakukan tindakan pencegahan agar sengketa ini tak terjadi lagi.

3.     Mencegah Sengketa
Beberapa cara yang dapat dilakukan agar tak lagi terjadi sengketa wilayah.

1.      Melakukan perjanjian yang jelas mengenai batas – batas negara.
2.      Perlunya diadakan undang  - undang tertentu antar kedua negara yang mengatur batas wilayah mereka.
3.      Menjaga,mengontrol,dan mengawasi batas – batas di wilayah masing – masing.
4.      Menginformasikan kepada publik/masyarakat dan struktur pemerintahan yang terkait tentang batas – batas wilayah negara.
5.      Mengatur hukum yang jelas mengenai tindakan – tindakan tertentu di batas – batas negara.

Secara teoritis kelima cara tersebut sudah bisa mencegah pertikaian masalah batas negara  selama diterapkan degan maksimal oleh kedua negara,dan selama kedua negara beri’tikad baik dalam berdiplomasi.Sungguh disayangkan jika Indonesia dan Malaysia sering bertikai sebagai negara yang bertetangga dan sesama anggota ASEAN.Hendaknya kasus sengketa tak lagi terjadi pada saat sekarang ini.Indonesia sendiri saat ini yang masih sibuk mengurusi urusan dalam negri yang tak pernah henti,yaitu korupsi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Oscar Schindler


 Oscar Schindler

Saya pernah mendapat tugas tentang Oscar Schindler,ia adalah sosok enterpreneur jerman yang brilian..kalau teman2 pengunjung ingin tau..ni seputar Oscar...

Masa kecil

Schindler dilahirkan di Zwittau (kini Svitavy), Bohemia (saat itu bagian dari Austria-Hongaria, kini Republik Ceko), dalam sebuah keluarga pengusaha kaya. Keluarganya menderita Malaise pada tahun 1930-an dan Schindler bergabung dengan Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei. Ayahnya, Hans, dan ibunya, Louisa, bercerai ketika Oskar berusia 27 tahun, yang menyebabkan kebencian pada diri ayahnya. Oskar mempunyai seorang adik perempuan yang tujuh tahun lebih muda daripadanya, Elfriede. Ia amat dekat kepada adiknya ini.

Masa Perang Dunia II

Sebagai seorang pengusaha amatiran dan oportunistik, Schindler adalah salah seorang dari banyak lainnya yang mencari keuntungan dari wilayah yang baru setelah invasi Jerman atas Polandia pada 1939. Schindler membeli sebuah pabrik dengan harga sangat murah di Kraków, yang dinamainya Deutsche Emaillewaren-Fabrik, yang menghasilkan barang-barang email. Ia juga mendapatkan 1.300 buruh budak orang Yahudi untuk bekerja di pabrik itu dengan bantuan akuntannya, seorang Yahudi, yang bernama Itzhak Stern. Sebagian orang mengatakan bahwa ia, setidak-tidaknya pertama-tama, terdorong hanya oleh uang — menyembunyikan investor-investor Yahudi kaya, misalnya — namun belakangan ia mulai secara lebih aktif melindungi buruh-buruhnya. Misalnya, ia akan mengkalim bahwa para buruhnya yang tidak memiliki kecakapan sesungguhnya sangat penting bagi pabriknya, dan apabila mereka dicederai, maka Oskar akan mengajukan pengaduan dan menuntut ganti rugi dari pemerintah. Kini diketahui bahwa Schindler adalah seorang agen Abwehr.

Pabrik Schindler di Brněnec sekarang
Sebagai seorang saksi atas penyerbuan 1942 atas Ghetto Kraków, ketika tentara-tentara Nazi memindahkan para penghuni ghetto ke kamp konsentrasi di Plaszow, Schindler dikejutkan oleh pembunuhan atas banyak orang Yahudi yang berusaha bersembunyi di rumah-rumah mereka. Schindler adalah seorang brilyan dan diplomatis, dan setelah penyerangan itu ia semakin siap untuk menggunakan semua kecakapannya untuk menyelamatkan Schindlerjuden-nya (orang-orang Yahudi milik Schindler). Ia mengatur dengan Amon Göth, komandan Plaszow, agar 900 orang Yahudi dipindahkan ke sebuah kompleks pabrik di dekatnya dan di sana mereka relatif akan aman dari ancaman para pengawal Jerman. Schindler dua kali ditangkap karena dicurigai melakukan permufakatan, tetapi pada kedua kesempatan itu ia berhasil lolos dari penjara. Schindler biasanya akan menawarkan suap kepada para pejabat pemerintah agar terhindar dari investigasi. Ketika Tentara Merah yang mendekat mengancam untuk membebaskan kamp-kamp konsentrasi tentara Jerman, hampir semuanya dihancurkan, dan sebagian besar tahanannya dihukum mati. Namun Schindler berhasil memindahkan sekitar 1.200 orang "buruh" ke sebuah pabrik di Brünnlitz (Brněnec) di Sudetenland pada Oktober 1944. Ketika kiriman buruh pabriknya keliru dikirim ke Auschwitz, ia berhasil meminta mereka dikembalikan kepadanya. Brünnlitz dibebaskan pada Mei 1945.

Setelah perang

Pada akhir Perang Dunia Schindler beremigrasi ke Argentina. Ia bangkrut dan kembali ke Jerman pada 1958 dan melakukan sejumlah usaha bisnis namun gagal. Oskar Schindler meninggal di Hildesheim, Jerman, pada 9 Oktober 1974, pada usia 66 tahun. (Film Schindler's List menyatakan bahwa ia meninggal di Frankfurt — mungkin karena kota itu lebih terkenal.)

Kenangan untuk Schindler

Schindler dihormati di peringatan Yad Vashem untuk Holocaust di Israel sebagai salah satu dari Orang yang Benar di antara Bangsa-bangsa dan dikuburkan di sebuah Pekuburan Kristen (Katolik Roma) di Mount Zion di Yerusalem. Ia diberikan kehormatan untuk menanam sebuah pohon di Avenue of the Righteous (Jalan Orang yang Benar).
Kisah Schindler, yang diceritakan kembali oleh Poldek Pfefferberg, seorang yang selamat dari Holocaust, menjadi dasar bagi buku Tom Keneally, Schindler's Ark (novel itu belakangan diganti namanya menjadi Schindler's List), yang kemudian diadaptasi ke dalam film Schindler's List pada 1993. Dalam film ini, ia diperankan oleh Liam Neeson.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS